Rabu, 01 Oktober 2014

Hello Word (MENGGUNAKAN NETBEANS)



NetBeans adalah sebuah IDE untuk lingkungan pengembangan aplikasi. Netbeans IDE ditulis dalam Java – namun dapat mendukung pengembangan aplikasi berbasis bahasa pemrograman lain seperti C/C++, PHP, HTML5, dll. Terdapat banyak modul untuk memperluas Netbeans IDE.
Dalam artikel ini, kita akan membuat aplikasi yang sederhana sekali. Seperti biasa, ketika kita mulai belajar sebuah bahasa pemrograman, pasti kita hal pertama yang akan kita buat adalah program Hello World. Kita akan membuat program ini menggunakan Netbeans. Sekalian belajar bagaimana menggunakan Netbeans belajar bagaimana menggunakan Netbeans.
Untuk lebih jelasnya mari kita ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membuat palikasi Hello World menggunakan Netbeans.
Langkah 1 Sediakan sebuah folder untuk menyimpan project yang akan dibuat
Langkah 2 Buka aplikasi Netbeans
Langkah 3 Pada halaman utama Netbeans, klik File –> New Project untuk membuat project baru

Langkah 4 Pilih Tipe Project.
Silahkan pilih kategori project Java –> Java Application. Tampak seperti gambar berikut :

Langkah 5 Membuat Nama Project Anda.
Isi field Project Name dengan Latih_01_Hello, kemudian tentukan Project Location dengan lokasi folder yang sudah disiapkan di Langkah 1 dengan cara menekan tombol Browse. Tampak seperti gambar berikut :

Langkah 6 Tampilan Area Kerja IDE Netbeans
Setelah klik tombol Finish, maka akan dimunculkan tampilan Area Kerja IDE Netbeans yang tampak seperti gambar berikut :

Langkah 7 Tambahkan Code di Kelas Latih_01_Hello
Dikelas Latih_01_Hello tambahkan sedikit kode program pada Method Main, yang tampak seperti gambar berikut :

Langkah 8 Jalankan Project
Jalankan Project dengan mengklik tombol Run, yang hasilnya tampak seperti gambar berikut :

Demikian tutorial membuat Project Hello World menggunakan Netbeans

Sumber : http://www.adipurwantara.com/java-programming/java-gui-chapter-1-menggunakan-netbeans/
 

Rabu, 24 September 2014

Software Requirement Specifications

Secara sederhana, Software Requirement Specifications (SRS) adalah dokumen yang menjelaskan tentang berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi oleh suatu software. Dokumen ini dibuat oleh developer (pembuat software) setelah menggali informasi dari calon pemakai software. Pembuatannya pun seharusnya mengikuti standar yang ada dan paling diakui oleh para praktisi rekayasa software di dunia. Oleh karena itu, standar yang akan dibahas di sini adalah standar dari IEEE.
IEEE membuat standar SRS agar dokumen penting itu tidak ambigu dan tentu saja komplit. Lengkap. Dengan standar itu, si penggguna dapat mencurahkan semua keinginannya terkait software tersebut dengan jelas dan akurat sehingga sang developer pun dapat memahami apa yang diinginkan pengguna dengan tepat. Bahkan, bagi perorangan, standar ini dapat membantunya dalam mengembangkan outline SRS yang baku khusus untuk perusahaannya, membantunya membuat dokumen SRS dengan format dan isi yang standar (minimal), serta membantunya mengembangkan rincian-rincian pendukung lainnya.
SRS yang baik akan bermanfaat bagi customer, supplier, ataupun perorangan. Manfaat-manfaat tersebut antara lain:
1.   Sebagai bentuk perjanjian antara customer dan supplier tentang software apa yang akan dibuat
2.     Mengurangi beban dalam proses pengembangan software
3.     Sebagai bahan perkiraan biaya dan rencana penjadwalan
4.     Sebagai dasar validasi dan verifikasi software di ujung penyelesaian proyek nantinya
5.   Memfasilitasi transfer, semisal software tersebut ingin ditransfer ke pengguna atau mesin-mesin yang lain. Customer pun merasa mudah jika ingin mentransfer software ke bagian-bagian lain dalam organisasinya. Bahkan, jika terjadi pergantian personil developer, proyek dapat mudah ditransfer ke personil baru dengan memahami SRS ini.
6.  Mendasari perbaikan produk software di kemudian hari. Jadi, kadang SRS boleh diperbaiki dengan alasan dan mekanisme tertentu serta atas kesepakatan antara customer dan developer.
Ada beberapa istilah yang digunakan dan harus diketahui untuk memahami standar SRS yang dibuat IEEE ini. Istilah-istilah tersebut adalah:
  • Kontrak: dokumen yang mengikat secara hukum dan disepakati oleh customer dan supplier, termasuk syarat-syarat teknologi dan organisasi, biaya, serta jadwal pengerjaan. Kontrak bisa mengandung sesuatu yang kurang formal tetapi bermanfaat, seperti komitmen atau harapan dari pihak yang terlibat.
  • Customer (pelanggan) : Pihak yang membayar untuk produk dan biasanya yang menentukan persyaratan (requirements).
  • Supplier (pemasok): Pihak yang membuat produk software untuk customer.
  • Pengguna: Pihak yang mengoperasikan atau berinteraksi langsung dengan software. Pengguna dan customer biasanya bukan orang yang sama.
Untuk menyusun SRS, beberapa hal perlu dipertimbangkan, yaitu:
  • Sifat SRS;
  • Lingkungan SRS;
  • Karakteristik dari SRS yang baik, yaitu:
1.     Correct (benar)
2.     Unambiguous (tidak ambigu, tapi jelas)
3.     Complete (lengkap)
4.     Consistent (konsisten)
5.     Ranked for importance and/or stability (prioritas penting dan atau stabilitas)
6.     Verifiable (dapat diverifikasi)
7.     Modifiable (bisa dimodifikasi)
8.     Traceable (bisa dilacak).
  • Penyusunan SRS secara bersama-sama;
  • Evolusi SRS ;
  • Membuat prototipe, seperti model atau contoh;
  • Mencantumkan desain sistem di SRS;
  • Pencantuman persyaratan proyek di SRS. Untuk persyaratan proyek ada dokumen tersendiri
Pada akhirnya IEEE membuat template sebuah SRS, yang isinya antara lain:
1.     Introduction
1.1 Purpose
1.2 Scope
1.3 Definitions, acronyms, and abbreviations
1.4 References
1.5 Overview

2.     Overall description
2.1 Product perspective
2.2 Product functions
2.3 User characteristics
2.4 Constraints
2.5 Assumptions and dependencies
3.     Specific requirements
Untuk specific requirements sendiri ada beberapa template yang dibuat oleh IEEE, salah satunya adalah:
3.1 External interface requirements
3.1.1 User interfaces
3.1.2 Hardware interfaces
3.1.3 Software interfaces
3.1.4 Communications interfaces
3.2 Functional requirements
3.2.1 Mode 1
3.2.1.1 Functional requirement 1.1
3.2.1.n Functional requirement 1.n3.2.2 Mode 2
3.2.m Mode m
3.2.m.1 Functional requirement m.1
3.2.m.nFunctional requirement m.n
3.3 Performance requirements
3.4 Design constraints
3.5 Software system attributes
3.6 Other requirements

4.     Appendixes
5.     Index


Selasa, 16 September 2014

Level Manajemen

LOWER MANAJEMEN (Manajemen Terbawah)

Tingkatan tertinggi dari sebuah manajemen, tingkatan terendah (operasional) manajemen,sebagian besar terkait dengan keputusan yang diambil dalam waktu yang relatif sempit.Manajemen dengan tingkatan yang lebih rendah, juga disebut manajemen pengawasan, dan merupakan aktualisasi dari perencanaan manajemen menengah dan mengendalikan kegiatan operasional sehari-hari kegiatan yang berfungsi untuk menjaga keberlanjutan organisasi.

Contoh manajer tingkat rendah adalah manajer gudang yang bertanggung jawab atas restockingpersediaan dan Manager yang memanage bahan-bahan bertanggung jawab untuk melihat bahwa semua bahan yang diperlukan di bidang manufaktur memenuhi kebutuhan produksi.

Sebagian besar keputusan pada tingkat ini membutuhkan informasi yang mudah dimengerti tentang status dak aktivitas yang sedang berlangsung dan kegiatan dalam fungsi dasar bisnis -misalnya, informasi yang dibutuhkan untuk memutuskan kapan melakukan restok ulang persediaan.
Informasi ini umumnya diberikan dalam laporan rinci yang mengandung informasi spesifik tentangkegiatan rutin. Laporan-laporan jenis ini biasanya terstruktur, sehingga bentuknya dapatditentukan. Data operasional Bisnis sehari-hari sudah tersedia, dan pengolahan dapat dengan mudah dilakukan dengan komputerisasi.

Manajer pada tingkat ini biasanya membuat keputusan terstruktur. Sebuah keputusan terstrukturadalah keputusan yang dapat diprediksi yang dapat dibuat sebelum diputuskan dengan kata lain disebut prosedur rutin. Misalnya, Manajer pada lantai khusus pakaian menerima kartu kredit Andauntuk membayar untuk beberapa baju baru adalah keputusan terstruktur berdasarkan kriteriatertentu yaitu:Apakah pelanggan Puas?

Apakah kartu saat ini berlaku atau expired?
Apakah nomor kartu 011 terdaftar ditoko atau kartu curian?
Adalah jumlah pembelian di bawah batas kartu kredit pemegang kartu?

MIDDLE MANAJEMEN (Manajemen Menengah)

Manajemen di Level menengah berkaitan  dengan keputusan yang cakupannya lebih luas. Beberapa sebutan di level manajer menengah seperti manajer pabrik, manajer divisi, manajer penjualan, manajer cabang, dan direktur personilia.

Informasi yang berada di level manajer menengah meliputi ulasan, ringkasan, dan analisis data historis untuk membantu merencanakan operasi dan kontrol dalam melaksanakan kebijakan yang telah dirumuskan oleh level manajemen atas/puncak. Informasi ini biasanya diberikan kepadamanajer menengah dalam dua bentuk: ringkasan laporan (1), yang menunjukkan total dan tren-misalnya, total penjualan oleh kantor, oleh produk, oleh tenaga penjual, dan total keseluruhanpenjualan-dan laporan pengecualian (2), yang menunjukkan data-data yang tidak lazim-misalnyalaporan persediaan, daftar ini hanya memuat komponen-komponen dalam jumlah tidak lebih dari 10 item. Laporan-laporan ini dapat dijadwalkan secara rutin (laporan berkala), diminta atas dasar kasus per kasus (on-demand laporan), atau yang dihasilkan hanya ketika kondisi tertentu ada (event-diprakarsai laporan).

Laporan berkala yang dibuat telah ditentukan waktunya : harian, mingguan, bulanan, kuartal, atau tahunan. Laporan-laporan ini biasanya mencakup laporan penggajian, laporan status persediaan,laporan penjualan, laporan laba rugi, dan neraca.  Laporan On-demand biasanya diminta oleh manajer ketika informasi tersebut diperlukan untuk masalah tertentu. Sebagai contoh, jika seorang pelanggan ingin membuat sebuah rekening tagihan yang besar, seorang manajer mungkin meminta laporan khusus pada pembayaran pelanggan dan riwayat permintaan. Pada saat awal laporan biasanya masih belum ada perubahan dan memerlukan perhatian yang segera seperti laporan persedian barang yang tidak tersedia atau laporan tentang peralatan yang tidak layak pakai.

Manajer di tingkat menengah biasa juga disebut manajer yang membuat keputusan secara taktis yang umumnya berurusan dengan keputusan semistructured. Sebuah keputusan semiterstrukturadalah keputusan yang meliputi beberapa prosedur  struktur dan tidak bisa diputuskan pada saaat prosedur tersebut dibuat. Dalam kebanyakan kasus, keputusan semistructured bersifat kompleks,membutuhkan analisis yang rinci dan perhitungan yang luas. Contoh keputusan semistructuredtermasuk memutuskan berapa banyak unit yang spesifik harus disimpan dalam persediaan,apakah akan membeli sistem komputer yang lebih besar, dari mana sumber untuk membeli sistemkomputer tersebut, dan apakah harus membeli sistem komputer mini yang multiuser. Setidaknyabeberapa persyaratan informasi pada tingkat ini dapat dipenuhi melalui pemrosesan data yang berbasis komputer.

TOP MANAGEMENT – TOP MANAJEMEN (MANAJEMEN PUNCAK)

TOP Manajemen berkaitan dengan keputusan yang lingkup dan kerangka waktunya lebih luas. Sebutan di level top manajemen antara lain Chief Executive Officer (CEO), chief operating officer/kepala operasional (COO), Chief Finance Officer (CFO), IS for the Noninformation Systems Executive treasurer, Pengendali, chief information officer (CIO executive vice president, and Pegawai senior. Top Manajer  didalamnya terdapat beberapa  orang memiliki wewenang kuat yang bertanggung jawab atas empat fungsi dasar dari bisnis,  pemasaran dan keuangan, produksi dan penelitian serta pengembangan. Keputusan yang dibuat pada tingkat ini tidak bisa diprediksi,dalam  jangka waktu yang panjang, dan terkait dengan masa depan, kegiatan tidak hanya masa lalu dan / atau saat ini.
Oleh karena itu, hal ini menuntut pengalaman yang banyak dan pengambilan keputusan yang tepat. MIS Sebuah perusahaan harus mampu menyediakan informasi kepada manajemen puncak yang diperlukan dalam laporan berkala, laporan saat ini, dan laporan berdasarkan permintaan.

Informasi yang ada harus menunjukkan bagaimana semua kegiatan di perusahaan dan departemen terkait dan tidak terlepas satu sama lain dan saling mempengaruhi. Keputusan penting yang dibuat pada tingkat ini cenderung diarahkan (1) perencanaan strategis, misalnya, bagaimana pembiayaan  perkembangan perusahaan  dan pasar baru mana harus ditangani pertama kali, (2) alokasi sumber daya, seperti memutuskan apakah akan membangun atau menyewakan ruang kantor dan apakah akan menghabiskan lebih banyak uang untuk iklan atau mempekerjakan staf baru, dan (3) perumusan kebijakan, seperti menentukan kebijakan perusahaan untuk mempekerjakan kaum minoritas dan menyediakan insentif karyawan.

Manajer pada tingkat ini sering disebut pengambil keputusan strategis.
Contoh keputusan terstruktur termasuk memutuskan rencana lima tahun kedepan sesuai tujuan perusahaan, mengevaluasi sumber daya keuangan di masa depan, dan memutuskan bagaimana bereaksi terhadap tindakan pesaing. Pada tingkat yang lebih tinggi dari manajemen, banyak data yang dibutuhkan untuk membuat keputusan datang dari luar organisasi (misalnya informasi tentang keuangan  pesaing).

             Sebutan di Level Manajemen Puncak (Top Manajemen) :
  • CEO (Chief Executive Officer) è Kepala Eksekutif Tertinggi
  • COO (Chief Operational Officer) è Kepala Operasional tertinggi
  • CFO (chief Fincance Officer) è Kepala keuangan tertinggi
  • CIO (Chief Information Officer) è Kepala Sistem Informasi Tertinggi


Use Case

Use case adalah gambaran fungsionalitas dari suatu sistem, sehingga customer atau pengguna sistem paham dan mengerti mengenai kegunaan sistem yang akan dibangun.
  • Catatan : Use case diagram adalah penggambaran sistem dari sudut pandang pengguna sistem tersebut (user), sehingga pembuatan use case lebih dititikberatkan pada fungsionalitas yang ada pada sistem, bukan berdasarkan alur atau urutan kejadian.
          Cara menentukan Use Case dalam suatu sistem:
  1. Pola perilaku perangkat lunak aplikasi.
  2. Gambaran tugas dari sebuah actor.
  3. Sistem atau “benda” yang memberikan sesuatu yang bernilai kepadaactor.
  4. Apa yang dikerjakan oleh suatu perangkat lunak (*bukan bagaimana cara mengerjakannya).
Gambar: Use Case


Relasi dalam Use Case
          Ada beberapa relasi yang terdapat pada use case diagram:
  1. Association, menghubungkan link antar element.
  2. Generalization, disebut juga inheritance (pewarisan), sebuah elemen dapat merupakan spesialisasi dari elemen lainnya.
  3. Dependency, sebuah element bergantung dalam beberapa cara ke element lainnya.
  4. Aggregation, bentuk assosiation dimana sebuah elemen berisi elemen lainnya.

Tipe relasi/ stereotype yang mungkin terjadi pada use case diagram:
  1. <<include>> , yaitu kelakuan yang harus terpenuhi agar sebuah eventdapat terjadi, dimana pada kondisi ini sebuah use case adalah bagian dari use case lainnya.
  2. <<extends>>, kelakuan yang hanya berjalan di bawah kondisi tertentu seperti menggerakkan alarm.
  3. <<communicates>>, mungkin ditambahkan untuk asosiasi yang menunjukkan asosiasinya adalah communicates association . Ini merupakan pilihan selama asosiasi hanya tipe relationship yang dibolehkan antara actor dan use case.

Contoh Use Case Diagram



Jenis Jenis Sistem Informasi


Jenis-jenis Sistem Informasi :
  1. Transaction Processing System
  2. Management Information System
  3. Decision Support System
  4. Expert Systems
  5. Office automation and Work Group System
1. Transaction Processing System (TPS)
Transaction Processing System adalah aplikasi sistem informasi yang mengambil atau mengumpulkan dan mengolah data tentang transaksi suatu proses bisnis. Salah satu dimensi TPS adalah datamaintenance yang dapat meng-update data yang diperlukan.TPS dapat terus berkembang karena perkembangan dunia bisnis akan terus berkembang. Perkembangan bisnis akan memerlukan sistem yang terus berkembang pula. Perkembangan bisnis ini disebut Bisnis process redesign yaitu sebuah study, analisis, dan redesign proses bisnis yang mendasar untuk mengurnagi ongkos atau meningkatkan nilai tambah yang dihasilkan.
Contoh TPS adalah:
  1. Airline reservation
  2. Bank deposit
  3. Customer returns
  4. Inventory procurement
  5. Order processing
  6. Payroll
2. Management Information System (MIS)
MIS adalah suatu aplikasi Sistem Informasi yang menyediakan laporan informasi terpadu bagi pihak manajemen. MIS dihasilkan dari beberapa database yang menyimpan data dari benyak sumber, termasuk didalamanya Transaction Processing System.MIS menyajikan informasi yang detail, rangkuman informasi dan informasi terpilih. MIS merupakan salah satu elemen manajemen yang dirasa penting oleh banyak perusahaan oleh karena itu pengembangan MIS akan terus dapat berlanjut.
Contoh Management Information System adalah:
  1. Budget forecasting and analysis
  2. Financial reporting
  3. Inventory reporting
  4. Material requirement planning
  5. Salary analysis

3. Decision Support System (DSS)
Decision Support System adalah salah satu aplikasi Sistem Informasi yang menyediakan informasi yang mendukung pengambilan keputusan kepada penggunanya. Jika pengguna DSSadalah seorang manajemen, maka program ini disebut Executive Information System (EIS). DSS fokus pada penyediaan informasi yang berguna untuk mendukung pengambilan keputusan.DSS menyediakan alat bagi pengguna untuk meng-akses data dan menganalisisnya untuk pengambilan keputusannya. Beberapa pertimbangan yang diberikan oleh DSS adalah sebagai berikut:

  1. Identifikasi masalah
  2. Identifikasi beberapa alternatif solusi
  3. Akses informasi yang dibutuhkan utnuk memecahkan masalah atau pengambilan keputusan.
  4. Analisis beberapa keputusan atau variabel yang akan mempengaruhi keputusan, yang biasa disebut ”what if-analysis”.
  5. Simulasi dari keputusan dan hasil yang akan diberikan.

4. Expert Systems
Expert system merupakan perluasan dari decision support system. Expert system adalah suatu sistem informasi pengambilan keputusan yang mengambil dan meniru pengetahuan serta keahlian dari seorang expert problem solving atau decision maker dan kemudian berpikir dan bereaksi sesuai dengan seorang experttadi.
Expert system ditujukan untuk menduplikasi keahlian dari seorang problem solver, manajer, profesional dan para teknisi. Para tenaga ahli ini sering menguasai pengetahuan dan keahlian yang tidak bisa dengan mudah diikuti dan digantikan oleh sembarang orang dalam sebuah organisasi. Expert system meniru logika dan pemikiran dari seorang ahli dalam bidang mereka masing-masing. Hal itu dibutuhkan agar orang lain yang bukan seorang ahli dapat mengetahui pengetahuan dan keahlian yang dimiliki oleh seorang ahli. Berikut adalah contoh dari penggunaanexpert system : 
· Industri makanan menggunakan expert system untuk menyimpan keahlian dari seorang ahli yang sudah mendekati masa pensiun

5. Office Automation and Work Group System
Office Automation (OA) System mendukung pekerjaan pada suatu perusahaan secara luas, biasanya digunakan untuk meningkatkan aliran pekerjaan dan komunikasi antar sesama pekerja, tidak peduli apakah pekerja tadi berada di satu lokasi yang sama ataupun tidak.
Office automation system digunakan untuk mendapatkan semua informasi bagi yang membutuhkannya. Office automation berfungsi dalam word processing, elctronic message, work group computing, work group scheduling,facsimile processing, imaging and electronic documents, andwork flow management. Office automation system dirancang baik untuk individu maupun kelompok.
Personal information system dirancang untuk memenuhi kebutuhan dari single user. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas individu. Contoh dari personal information system adalah Microsoft’s Office Professional,IBM’s Lotus SmartSuite, Corel’s PerfectOffice, dll.
Work group information systems dirancang untuk memenuhi kebutuhan dari sebuah kelompok kerja. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas dari suatu kelompok kerja. Contoh dari work group information systems adalahMicrosoft’s Exchange and Outlook, IBM’s Lotus Notes/Domino, atau Novell’s GroupWise.